Sabtu, 14 April 2012

MENINGKATKAN KINERJA


Meningkatkan kinerja

Kali ini anda akan mempelajari cara membuat ukuran-ukuran kinerja. Anda juga akan mempelajari kesalahan umum yang berhubungan dengan ukuran kinerja dan bagaimana ukuran tersebut mendorong peningkatan kinerja.
MENGUKUR KINERJA
Frase “ukuran kinerja” secara intuitif memuaskan, tetapi menakutkan. Secara simultan anda merasa nyaman karena berpikir bahwa anda dapat mengukur hasil, sedangkan anda menjadi tertekan jika anda membayangkan prospek pembuatan ukurannya. Kunci untuk menghindari konflik ini terletak pada pemahaman tentang bagaimana ukuran tersebut dibuat.
Kecendrungan yang umum terjadi adalah mengukur hasil akhir. Ada beberapa masalah dengan pendekatan ini:
1.      Tidak semua hasil dapat diukur
2.      Ukuran lain yang bermanfaat ada yang terlupakan

Tidak Semua Hasil Dapat Diukur
Asumsi jika sasaran anda adalah meningkatkan moral karyawan. Hal ini sangat sulit untuk diukur. Tentu saja anda dapat mensurvai karyawan anda sebelum dan sesudahnya, tetapi ada banyak faktor yang mempengaruhi moral selain dari usaha anda. Salah satu yang paling penting adalah kerangka berpikir karyawan anda pada hari-hari dilakukannya survai tersebut.
Apakah karyawan tersebut sedang bertengkar dengan pasangannya? Apakah anaknya sedang sakit? Apakah mobilnya sedang rusak? Atau apakah karyawan tersebut memiliki perasaan bahwa segala sesuatunya baik-baik saja? Semua faktor tersebut mempengaruhi moral karyawan pada hari dilakukannya survai. Adanya pengaruh eksternal ini membuat nilai survai tersebut tidak valid dan dapat dipertanyakan.

Ukuran Lain Yang Bermanfaat  Ada Yang Terlupakan
Beberapa tahun belakangan ini kita melihat peningkatan dramatis dalam penggunaan pemetaan proses (process mapping) dan pemetaan biaya berdasarkan aktivitas (activity-based costing) untuk menetapkan ukuran kinerja. Kedua alat tersebut dirancang untuk mengidentifikasi hal-hal yang berlebihan serta ketidakefesienan pada sistem dan pedetaan.

BAHASA SEDERHANA
Process mapping adalah suatu metode yang digunakan untuk menilai efektivitas pendekatan yang sekarang digunakan dalam menyelesaikan suatu tugas. Disebut process mapping karena memberikan peta visual dari berbagai tindakan dalam suatu proses. Tindakan tersebut didaftar urut berdasarkan yang dilakukan, lalu dianalisis untuk meningkatkan efisiensi.

 BAHASA SEDERHANA


 
Activity based costing melihat semua proses yang terlibat dalam penawaran suatu produk atau jasa kepada pelanggan Anda. Penetapan biaya ini melihat biaya semuanya dari pemasara, penyampaian, sampai pada poperwork akhir. Activity based costing bahkan juga memeriksa biaya penagihan ke pelanggan, biaya kelambatan pembayaran, dan biaya pemrosesan faktur pemasok serta pembayaran kepada pemasok.


Kedua alat ini sangat bagus untuk menciptakan gagasan dalam perbaikan kinerja dan membuat ukuran kinerja.
Salah satu alasan mengapa pendekatan ini sangat efektif adalah karena pendekatan ini memungkinkan Anda untuk membuat proyek yang lebih kecil. Meskipun mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapai hasil akhir Anda, tetapi seringkali hanya perlu waktu beberapa hari atau minggu untuk meningkatkan satu tahapan dalam proses tersebut.
Setiap keberhasilan akan mendekatkan tim Anda ke sasaran keseluruhan. Setiap kesuksesan akan memperkuat keyakinan tim Anda bahwa mereka akan berhasil dalam skala yang lebih besar. Kombinasi dari kedua elemen tersebut, keberhasilan dan keyakinan, akan mempercepat pencapaian hasil yang Anda inginkan.
Sekarang saya akan mengindetifikasi beberapa alat yang bermanfaat untuk membuat ukuran yang memiliki tanda sebagai ukuran kinerja yang efektif. Ukuran tersebut haruslah :
Ø  Kuantitatif
Ø  Mudah dipahami
Ø  Seimbang
Ø  Mudah dipantau
Ø  Sering dipublikasikan

KUANTITATIF
Anda harus dapat menghadirkan ukuran yang numerik. Waktu, tingkat kesalahan, tingkat retensi, unit yang diproduksi, absensi, biaya dan profitabilitas merupakan semua ukuran yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran numerik. Sebagian besar dapat diadaptasi dalam berbagai situasi operasional.
Misalnya, tingkat retensi dapat diterapkan baik kepada pelanggan maupun karyawan. Tingkat kesalahan dapat diterapkan untuk fungsi produksi dan admistrasi. Kecepatan sangat bermanfaat dalam mengukur respon terhadap pelanggan seperti halnya dengan mengukur ketepatan waktu informasi dari departemen akuntansi.
Kuncinya adalah bahwa semua ukuran tersebut kuantitatif. Ukuran dapat dinyatakan dalam presentase, jumlah kinerja aktual atau interval waktu. Bentuk presentasi numerik tidaklah sepenting kemampuan untuk mengkuantitatifkan ukuran.

TIP
Jika anda memiliki masalah dalam membuat ukuran yang kuantitatif, Anda biasanya melihat pada hasil yang salah. Seringkali Anda melihat pada hasil yang terlalu luas. Pecahlah hasil tersebut menjadi komponen-komponen yang lebih kecil dan Anda mendapatkan hasil yang dapat Anda ukur.


MUDAH DIMENGERTI
Salah seorang klien saya membuat program kompensasi insentif untuk seluruh personil produksi dan admistrasi. Mereka menggunakan beberapa ukuran untuk mendukung sasaran keseluruhan mereka, yaitu profitabilitas yang menigkat. Salah satu ukurannya adalah “tingkat kembalian dari rata-rata modal yang digunakan” (return on average capital employed).
Saya mengetahui kalau mereka menggunakan ukuran ini pada waktu wakil presiden direktur sumber daya manusianya meminta bantuan saya untuk mengkomunikasikan konsep tersebut. Langkah pertama itu pada awalnya menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada pemahaman.
Setelah membantunya merencanakan suatu komunike, saya menawarkan suatu observasi. Saya mengatakan kepadanya bahwa tidak ada karyawan pabrik yang dapat mengaitkan pekerjaan sehari-hari mereka dengan pencapaian ukuran tersebut. Dua tahun kemudian, ia mengatakan kepada saya bahwa predisi saya ternyata benar; karyawan memandang pembayaran insentif sebagai bonus hari raya.
Karyawan Anda harus dapat memahami ukuran tersebut dan mengaikannya dengan pekerjaan mereka sehari-hari. Jika mereka tidak dapat melakukannya, ukuran tersebut tidak akan membantu untuk meningkatkan kinerja.

Seimbang
Kita semua pernah mendengar cerita horor yang menunjukkan betapa pentingnya sasaran yang seimbang. Saya pernah menjumpai suatu perusahaan yang menetapkan target penjualan yang agresif tanpa mempertimbangkan aspek produksi, pelayanan dan keuangan dalam pengambilan keputusannya.
Konsekuensitragisnya adalah mereka kehilangan pelanggan yang mereka dapatkan dengan perjuangan berat. Mengapa? Mereka gagal menepati janji yang dibuat oleh bagian penjualan dan pemasarannya.
Saya pernah menjumpai perusahaan-perusahaan yang memiliki fokus yang sangat sempit dengan mengurangi biaya operasional  pengantaran produknya sehingga mereka menbuat pelanggan marah. Anda dapat membayangkan kecewanya seorang pelanggan yang menggunakan sistem persediaan just-in-time jika pengantarannya ditunda.
Untuk membantu Anda menghindari kesalahan ini, saya mereferensikan sebuah buku untuk Anda, yang ditulis oleh David Norton dan Robert Kaplan yang berjudul The Balanced Scorecard. Buku ini memberikan wawasan yang berharga dalam penetapan sasaran yang seimbang. Jangan terintimidasi oleh kenyataan bahwa pendekatan tersebut dirancang untuk digunakan pada level paerusahaan. Konsep tersebut dapat digunakan pada setiap level organisasi.
TIP
Buatlah karyawan Anda waspada terhadap bahayanya jika terlibat dalam pembuatan sasaran tanpa mempertimbangkan secara penuh implikasinya terhadap pencapaian. Hal ini akan membantu mereka menjadi semakin berhasil dan juga membantu Anda menghindari masalah yang seringkali berasal dari karyawan Anda karena kurang berhati-hati.

MUDAH DIPANTAU
Anda ingin memilih ukuran yang memungkinkan pemantauan hasil secara harian atau paling tidak mingguan. Ada korelasi langsung antara frekuensi posting hasil dengan intensitas fokus karyawan Anda. Jika Anda hanya melakukan posting hasil sebulan sekali, saya dapat menjamin jika karyawan Anda akan kehilangan wawasansasaran kinerja mereka. Dengan pikiran seperti itu, marilah kita mengindetifikasi beberapa ukuran untuk memantau retensi pelanggan.
Retensi pelanggan merupakan sasaran yang bermanfaat, tetapi bukan satu-satunya yang dapat digunakan untuk pemantauan secara harian atau mingguan. Terdapat banyak aspek dari retensi pelanggan yang memberikan kemungkinan untuk melakukan pengukuran secara harian :
Ø  Respon terhadap permintaan pelanggan
Ø  Waktu untuk memecahkan masalah pelanggan dengan memuaskan
Ø  Jumlah bagian rusak yang dikirimkan
Ø  Kesalahan penagihan
Ø  Kesalahan pengiriman
Pilihlah ukuran di mana karyawan tersebut dapat mengendalikannya. Lalu posting hasilnya secara harian.

PERINGATAN
Karyawan yang harus bertanggung jawab atas hasil yang berada diluar kendalinya akan hidup dalam ketakutan. Sangatlah sulit untuk menjadi produktif jika Anda mengkuatirkan masa depan Anda.

Jika anda bingung mengapa pemantauan harian sangat penting, posisikan diri Anda sebagai karyawan. Boss Anda memposting hasil kerja Anda setiap hari. Di mana Anda memfokuskan enerji Anda? Tentu saja pada ukuran yang dipantau tersebut.
Sistem pemantauan yang paling baik adalah sistem yang memungkinkan karyawan untuk memonitor kinerjanya sendiri. Nilai sistem memonitor diri sendiri (self monitoring system) tersebut bermata dua. Pertama, sistem tersebut memungkinkan karyawan untuk mencapai sasarannya. Kedua, karyawan cenderung untuk lebih mempercayai hasilnya jika ia memverifikasi dirinya sendiri.

SERING DIPUBLIKASIKAN
Anda mungkin sudah membuat ukuran yang paling mungkin, memantaunya setiap hari dan masih juga belum mencapai perbaikan kinerja yang diharapkan. Mengapa? Karena informasinya tidak disebarkan. Inilah yang terjadi pada salah satu klien saya.
Klien ini adalah produsen product specially yang bergerak dalam perancangan dan pemanufakturan produk pesanan pelanggannya. Salah satu ukuran yang digunakan dalam departemen produksinya adalah “efisiensi produksi”, yaitu presentase pekerjaan yang selesai hari itu versus pekerjaan yang direncanakan untuk hari itu.
Setiap hari seseorang yang berada di kantor menghitung efisiensi produksi dan memposting hasilnya pada papan pengumuman di pabrik. Orang yang melakukan tugas tersebut juga bertanggung jawab terhadap jaringan komputer. Suatu hari ia mengalami masalah dengan jaringan tersebut dan lupa memposting hasil tersebut. Pada hari berikutnya hal yang sama terulang lagi. Pada hari ketiga lupa lagi memposting ukurannya. (sungguh menakjubkan betapa cepatnya kebiasaan yang baik itu hilang begitu saja?) selama 3 bulan berikutnya  kami mengamati terjadi penurunan profitabilitas perusahaan. Mengapa? Ternyata dengan tidak adanya umpan balik akan membuat karyawan produksi tidak dapat melihat sasarannya.
Alasan yang lain yang sama pentingnya adalah mengapa harus memposting informasi secara harianhal tersebut memungkinkan karyawan untuk mengalami rasa  berhasil yang lebih sering. Setiap kali kita mencapai sasaran, kita mengalami perasaan puas. Jangan pernah  merampas salah satu aspek pekerjaan yang paling memuaskan bagi karyawan Anda tersebut. Sering-seringlah umpan balik kepada mereka.

Kinerja saat ini
Sekarang saatnya untuk mengukur kinerja saat ini. Berikut ini adalah contohnya.
Sasaran klien perusahaan konstruksi adalah meningkatkan aliran kas. Studi mengenai proses produksi dan penagihan menunjukkan bahwa diperlukan waktu 3 minggu untuk menagih pelanggan setelah pekerjaan selesai. Tiga minggu merupakan tingkat kinerja saat ini.

BAHASA SEDERHANA
Tingkat kinerja saat ini merupakan hasil yang Anda capai hari ini. Hasil tersebut menjadi patok duga jika Anda dan karyawan Anda akan mengukur hasil dari inisiatif perbaikan. Dengan setiap keberhasilan baru, Anda akan menaikkan tingkat kinerja saat ini dan patok duga tersebut digunakan dalam pengukuran Anda.
KINERJA YANG DIINGINKAN
Jika Anda mengidentifikasi kinerja saat ini, Anda memiliki dasar yang solid untuk menetapkan sasaran perbaikan. Anda akan melontarkan pertanyaan pada diri Anda sendiri seperti, “seberapa besar perbaikan yang seharusnya ditargetkan?” atau “bagaimana saya mengetahui apakah target saya agresif atau tidak realistis?” pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting.
Jika anda menetapkan sasaran yang tidak realistis, Anda menyebabkan kegagalan bagi karyawan Anda, perusahaan Anda dan diri Anda sendiri. Saya tidak menemukan hal yang lebih buruk daripada kondisi seperti itu. Berikut ini ada beberapa gagasan mengenai cara menghindari masalah tersebut.
Pertama, apakah sasaran itu akan meningkatkan kepuasan pelanggan? Mungkin merupakan pertanyaan yang aneh jika Anda menjalankan fungsi hutang. Namun tindakan Anda dapat mempengaruhi harga barang yang dibeli perusahaan Anda dan ketepatan pengantaran barang tersebut.
Jika Anda menyebabkan pemasok Anda melakukan pekerjaan admistrasi yang berlebihan, memperlambat pembayaran atau tidak merespon termin pembayaran yang mereka minta, Anda membatasi kemampuan perusahaan Anda untuk mendapatkan pengurangan harga dimasa mendatang. Anda juga menyebabkan pemasok memiliki alasan untuk menurunkan prioritas pengiriman kepada perusahaan Anda. Kedua akibat tersebut akan mempengaruhi kemampuan perusahaan Anda untuk melayani pelanggannya dengan baik.
Kedua, lakukan analiasis biaya manfaat (cost benefit analysis). Jika anda merasa tidak nyaman dalam melakukan analisis ini pada departement Anda sendiri, mintalah bantuan dari departement akuntansi. Sasaran Anda tidaklah realistis jika biaya untuk mencapai sasaran melebihi manfaat yang diperoleh.
Ketiga, apakah kerangka waktu untuk mencapai sasaran tersebut realistis? Jangan salah mengerti; anda seharusnya memilih kerangka waktu yang agresif. Hanya pastikan kerangka waktu tersebut realistis.
Bagaimana Anda mengetahui apakah Anda melewati batas? Lihatlah probabilitas keberhasilannya. Saya menggunakan 50 % sebagai panduan. Jika saya memiliki peluang untuk meraih keberhasilan sebesar 50 persen (atau lebih), saya menggangapnya agresif. Jika probabilitas keberhasilannya kurang dari 50 %, maka hal tersebut tidaklah realistis.
TIP
Mintalah karyawan Anda untuk berpartisipasi dalam penetapan sasaran. Keterbiasaan mereka dengan pekerjaan tersebut akan membantu Anda mencegah terjadinya kesalahan yang merugikan. Partisipasi mereka dalam keputusan akan meningkatkan komitmen mereka untuk mencapai sasaran




Asumsikan bahwa karyawan Anda berhasil dan mencapai tingkat kinerja yang diinginkan. Lalu?
PERBAIKAN YANG BERKESINAMBUNGAN
Akhir-akhir ini ada banyak tulisan mengenai perbaikan yang berkesinambungan.

BAHASA SEDERHANA
Perbaikan berkesinambungan (continuous impprovement) menjelaskan sasaran untuk menjadi apa yang kita kerjakan sehari-harinya lebih baik. Jika diterapkan pada organisasi, hal tersebut mencangkup semua segmen operasional perusahaan.
 
Pentingnya perbaikan yang berkesinambungan melebihi keunggulan bersaing perusahaan Anda, karena hal tersebut memungkinkan karyawan Anda untuk menikmati :
Ø  Keanekaragaman pekerjaan mereka
Ø  Peluang untuk belajar
Ø  Kepuasan menghadapi tantangan baru
Ø  Kepuasan melakukan pekerjaan yang berharga
Ø  Kebanggaan karena dikaitkan dengan perusahaan yang berhasil
Jika Anda tidak menaikkan standar kinerja setelah setiap keberhasilan yang dicapai, maka Ada akan menghilangkan peluang untuk mengalami kepuasan kerja yang lebih tinggi. Anda juga merampas keberhasilan keuangan perusahaan Anda dan pengakuan yang seharusny a Anda terima sebagai pemimpin yang berharga pada organisasi Anda.
Beberapa karyawan mungkin menentang usaha Anda untuk menaikkan standar tersebut. Anda bahkan mendengar komentar seperti “Ngapain susah-susah? Jika kita mencapai sasaran, ia akan menetapkan sasaran yang lebih tinggi. Tidak ada akhirnya.” Jika Anda tidak menemukan cara untuk memperbaiki apa yang sudah Anda lakukan, akhirnya Anda akan melakukan pekerjaan yang sama terus setiap harinya sampai akhir karir Anda. Anda tidak akan mempelajari sesuatu yang baru dan Anda tidak akan mengalami rasa berprestasi. Nilai Anda bagi perusahaan dan diri Anda sendiri akan terus menurun dan akhirnya Anda akan mengancam kelangsungsn finansial Anda sendiri.
Bahasa dalam pernyataan ini memfokuskan pada apa yang penting bagi karyawan; kepuasan kerja, ketenaga kerjaan dan keberhasilan finansial. Dengan memberikan motif “mementingkan diri sendiri”, Anda menaikkan minat karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.


REKAP 30 DETIK
Ukuran kinerja haruslah ;
Ø  Kuantitatif
Ø  Mudah dimengerti
Ø  Seimbang
Ø  Mudah dipantau
Ø  Sering dipublikasikan
Ø  Spesifik pada usaha kerja karyawan individual
Ø  Dinyatakan dalam kineja saat ini dan kinerja yang diinginkan
Ø  Ditingkatkan segera setelah kineja yang diinginkan tercapai

 Sumber : Purtwengker,Dale.Ten Minute Guide To Performance appraisals
Fandy Tjiptomo .2002. Penuntun Sepuluh Menit Penilaian Kinerja. Yogyakarta : Andi